Pendahuluan
Meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kebiasaan belajar guru, siswa, dan orang tua. Menyadari pentingnya hal ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Program Organisasi Penggerak (POP). Yayasan Insan Sekolah Kasih (YISK) terpilih sebagai salah satu mitra pelaksana POP pada periode 2020–2022.
Apa Itu Program Organisasi Penggerak (POP)?
POP adalah inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan serta hasil belajar siswa. Sebagai mitra resmi, YISK memfokuskan POP pada:
-
Menumbuhkan kebiasaan belajar sepanjang hayat.
-
Mendampingi kepala sekolah, guru, dan orang tua agar tercipta lingkungan belajar yang sehat.
-
Membentuk ekosistem sekolah yang mendukung Merdeka Belajar.
Implementasi POP oleh YISK
Selama tiga tahun pelaksanaan, POP YISK berjalan di 10 sekolah dasar di Kota Semarang. Fokus pendampingan meliputi:
-
Kepala Sekolah: meningkatkan kapasitas dalam mendukung pengembangan profesional guru.
-
Guru: mengembangkan ruang belajar mandiri di sekolah masing-masing.
-
Orang Tua: memperkuat peran sebagai pendukung utama proses belajar anak.
Capaian Program
Dampak nyata POP bersama YISK antara lain:
-
10 Kepala Sekolah meningkat kapasitasnya dalam manajemen & kepemimpinan pendidikan.
-
60 Guru dan Orang Tua lebih mandiri dalam membangun budaya belajar di sekolah.
-
Sekolah mitra makin siap mengimplementasikan Merdeka Belajar secara konsisten.
Selain itu, pemimpin sekolah yang terlibat juga menunjukkan peningkatan dalam:
-
Menyusun program sekolah yang berdampak dan terukur.
-
Mengembangkan keterampilan komunikasi efektif.
-
Menerapkan coaching, counseling, mentoring, dan supervisi dalam mendukung guru.
Cerita dari Lapangan
Seorang kepala sekolah peserta POP menyampaikan:
“Melalui POP, kami belajar bahwa kepemimpinan sekolah bukan hanya soal mengelola, tetapi juga menginspirasi guru dan orang tua agar bersama-sama mendukung anak belajar dengan merdeka.”
Penutup
Program Organisasi Penggerak (POP) bersama YISK telah memberikan kontribusi signifikan dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan di sekolah dasar. Dengan kolaborasi lintas pihak, POP membuktikan bahwa perubahan pendidikan bisa dimulai dari kepala sekolah yang visioner, guru yang reflektif, dan orang tua yang terlibat aktif.
YISK akan terus melanjutkan semangat POP dalam program-program lain, agar semakin banyak sekolah di Indonesia dapat merasakan dampak positif dari pendampingan yang terukur, inklusif, dan bermakna.