Apakah media sosial sekolah Anda sering sepi interaksi? Sudah rajin posting foto kegiatan, tapi rasanya seperti berbicara di ruang kosong? Di era digital ini, visual yang bagus adalah pembuka pintu, namun narasilah yang mengetuk hati orang tua calon siswa.
Setiap hari, ada ribuan konten sekolah berseliweran di media sosial. Foto piala, dokumentasi ujian, hingga keseruan di kelas. Namun, mengapa ada sekolah yang begitu mudah mendapatkan simpati dan calon siswa baru, sementara yang lain berjuang keras hanya untuk mendapatkan beberapa likes?
Jawabannya ada pada daya pikat sebuah cerita (Storytelling).
Banyak sekolah terjebak hanya menjadi “papan pengumuman digital”. Kita lupa bahwa di balik setiap foto anak yang tersenyum di kelas, ada nilai kasih, ada perjuangan guru, dan ada masa depan yang sedang dibentuk. Jikalau visual menangkap mata, maka narasi memenangkan hati.
Yayasan Insan Sekolah Kasih memahami tantangan yang dihadapi oleh Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Humas, dan Guru di era modern ini. Kita dituntut untuk tidak hanya mendidik di dalam kelas, tetapi juga menjadi inspirator dan fasilitator yang handal di dunia maya.
Untuk membantu sekolah-sekolah Katolik bertumbuh, berkembang, dan semakin relevan dengan perkembangan zaman, kami menghadirkan:
Workshop Eksklusif untuk menulis narasi media sosial yang memikat. Dalam workshop ini, kita tidak akan belajar teori yang rumit. Kita akan belajar taktis bagaimana mengubah dokumentasi sekolah yang biasa menjadi cerita yang luar biasa, berbobot, dan dipercaya oleh masyarakat.
Workshop ini akan dipandu langsung oleh Coach Writer Ternama: AA Kunto A. Beliau adalah seorang praktisi penulisan dan komunikasi yang telah banyak membantu instansi dan institusi dalam merancang pesan yang berdampak, persuasif, dan tetap humanis.
Catat tanggal pentingnya dan pastikan tim humas atau guru Anda hadir:
π Hari/Tanggal: Jumat, 29 Mei 2026
π Waktu: 13.00 – 15.00 WIB
π Tempat: Virtual via Zoom Meeting
ποΈ Investasi: Gratis (Kuota Terbatas)
Kuota ruang Zoom kami sangat terbatas demi menjaga kualitas diskusi. Pastikan Bapak/Ibu segera mengamankan kursi untuk membawa media sosial sekolah Anda ke level berikutnya.